Bermacam Usaha Pertanian Pernah Dicoba, Pria Ini 'Berjodoh' dengan Paprika

Sariagri - Beragam usaha pertanian pernah dijalani Iwan, petani asal Wonosari, Pasuruan, Jawa Timur. Ini menjadi bukti perjalanan Iwan dalam menemukan komoditas yang cocok untuk dikembangkannya. Pencarian itu menumbuhkan semangat dan kencintaan Iwan pada usaha pertanian yang dijalaninya. Sebelum menjadi petani paprika, Iwan merupakan petani apel. Namun karena hasilnya dinilai kurang memuaskan, dia beralih ke komoditas paprika. “Dulu udah pernah tani apel tapi ya gitu-gitu thok, gak bisa maksimal. Terus pernah ternak sapi perah juga, tapi mungkin jodohnya di tanaman paprika ini,” ujarnya dikutip dari Channel Youtube Tanilink TV, Kamis (2/12/2021). Iwan yang telah menggeluti budidaya paprika selama 14 tahun memiliki lahan seluas 850 meter persegi, terbagi menjadi dua bangunan green house. Masing-masing green house berukuran 400 meter persegi dan 450 meter persegi yang semua ditanami tanaman paprika. “(Satu green house) yang ini ditanami 2.400 tanaman, yang satu lagi 2.000. 90 hari dari masa tanam itu kita bisa petik (paprika) hijau, untuk panen merah itu butuh 120 hari,” jelasnya. Iwan mengungkapkan dengan perawatan tepat, tanaman paprika dapat bertahan hingga umur satu tahun. Satu pohon, lanjut dia, dapat menghasilkan tiga hingga empat kilogram paprika dalam satu tahun. “Saya kadang seminggu dua kali panen, (per panen) paling tiga kuintal. Harga yang hijau untuk sekarang per kilo Rp16 ribu, untuk yang merah Rp35 ribu,” ungkapnya. Menurut dia, kendala umum dalam budidaya paprika selama ini adalah serangan hama trip. Hama itu menyerang buah dan dapat menggagalkan hasil panen. “Yang paling merugikan itu cuma trip aja, itu bisa gagalkan hasil panen. Biasanya kalau kena trip itu kan tunas-tunas muda ini bisa menggulung, karena tunas tidak bisa tumbuh lagi,” katanya. Iwan menambahkan untuk mengendalikan hama trip perlu dilakukan monitoring ketat. Apabila telat satu hari penanganannya, hama akan menyebar dan meluas. Dia menggunakan cairan disinfektan untuk menangani hama itu. Video terkait:  
http://dlvr.it/SGzHkG

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama