Sariagri - Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan kembali menggelar Konferensi Nasional (Konas) X di Jakarta pada 9 Desember 2021. Konas Pesisir merupakan ajang komunikasi dan pertukaran informasi untuk meningkatkan kesepahaman mengenai pengelolaan wilayah pesisir terpadu (integrated coastal management/ICM) yang diselenggarakan secara rutin dua tahun sekali.
“Penyelenggaraan Konas tahun ini adalah yang ke-10 atas kolaborasi antara KKP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bappenas dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB. Kegiatan ini juga direncanakan akan dihadiri oleh Menteri/Kepala Badan berbagai K/L, para Gubernur, Bupati dan Walikota, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta masyarakat lainnya,” ujar Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Pamuji Lestari, Kamis (2/12/2021).
Tari mengungkapkan Konas Pesisir telah berkembang menjadi “panggung prestise dan prestasi” dari Provinsi/Kabupaten/Kota, melalui penyampaian gagasan inovatif dalam pemaparan/presentasi di masing-masing topik persidangan yang berbeda. Melalui Konas Pesisir, kata dia, juga banyak dihasilkan kebijakan-kebijakan strategis yang siap diimplementasikan dan menjadi rujukan/pedoman dalam pelaksanaan program/kegiatan tahun berikutnya.
Untuk diketahui, Konas Pesisir pertama kali digelar di Bogor, Jawa Barat pada 1998. Pada penyelenggaraan pertama telah dihasilkan berbagai kebijakan strategis, di antaranya terbentuknya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dan disahkannya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.
Pada Konas Pesisir V tahun 2006 di Manado, untuk pertama kalinya diinisiasi pemerintah pusat (KKP) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang bertujuan selain ajang pertukaran informasi tentang pengelolaan pesisir terpadu, juga memberikan apresiasi terhadap pemerintah dan masyarakat yang berkontribusi secara langsung dalam pengelolaan pesisir terpadu di wilayahnya.
Tahun ini, kegiatan itu mengangkat tema “Mewujudkan Pesisir, Pulau-Pulau Kecil dan Laut sebagai Penghela Ekonomi Biru (Blue Economy) untuk Kesejahteraan Rakyat melalui Tata Kelola Terukur“.
Video terkait:
http://dlvr.it/SGv1Pn
http://dlvr.it/SGv1Pn
