Hari Ini, Nilai Tukar Rupiah Kemungkinan Melemah

Sariagri - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (1/12) pagi melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.342 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.332 per dolar AS. Pengamat pasar uang, AristonTjendra, memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melemah hari ini terhadap dolar AS karena pernyataan Gubernur Bank Sentral AS semalam di hadapan Komite perbankan Senat AS yang cenderung mendukung pengetatan moneter. “Powell melihat bahwa kenaikan inflasi yang terjadi di AS bukan lagi sementara dan dalam rapat moneter di Desember ini, Bank Sentral AS akan mendiskusikan untuk mempercepat tapering,” katanya. Menurut Ariston, pernyataan Powell yang cenderung mendukung percepatan tapering ini mendorong penguatan dolar AS. “Tapi di sisi lain, membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko dengan penguatan indeks saham Asia pagi ini bisa menahan pelemahan rupiah,” papar Ariston. Dia menambahkan, pagi ini data inflasi Indonesia bulan November akan dirilis, hasilnya mungkin masih menunjukan kenaikan inflasi yang stabil seperti bulan sebelumnya, menurut konsensus pasar, di kisaran 1,6 persen. “Inflasi yang stabil bisa mendukung pemulihan ekonomi dan ini bagus untuk rupiah,” ulas Ariston. Menurutnya, nilai tukar rupiah hari ini bisa melemah kembali ke kisaran Rp14.350-Rp14.400 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp14.300 per dolar AS. Video Terkait:
http://dlvr.it/SGkpvb

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama